KARTASURA, SUKOHARJO – Murid-murid SMP Muhammadiyah 1 Kartasura turut menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) atau Ambal Warsa Kartasura ke-346 melalui penampilan seni dan budaya di kawasan Petilasan Keraton Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Partisipasi ini menjadi wujud kontribusi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya lokal sekaligus menumbuhkan kreativitas, kepedulian sosial, dan semangat kebangkitan.
Rangkaian peringatan Ambal Warsa Kartasura ke-346 berlangsung pada 1–11 Oktober 2026 dengan berbagai kegiatan, mulai dari bazar UMKM pada 1–10 Oktober hingga Kirab Budaya pada 11 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan sejarah Kartasura, mengembangkan potensi seni budaya, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Puncak perayaan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., yang turut memberikan apresiasi terhadap partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya dan mengembangkan kreativitas daerah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, SMP Muhammadiyah 1 Kartasura menampilkan atraksi Tapak Suci pada 10 Oktober 2026 dan seni tari pada 11 Oktober 2026. Kedua penampilan ini menjadi bentuk partisipasi aktif murid dalam menghidupkan perayaan budaya sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, minat, karakter, dan kepercayaan diri.
Penampilan seni tari mengusung tema “Nyala Bangkit”, sebuah pesan simbolis tentang harapan, keteguhan, dan semangat untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan. Tema ini juga merepresentasikan kepedulian terhadap kondisi kebakaran hutan yang masih menjadi perhatian. Api yang membakar hutan bukan sekadar persoalan hilangnya pepohonan, tetapi juga ancaman terhadap keanekaragaman hayati, kualitas udara, keseimbangan ekosistem, serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada lingkungan.
Melalui tema “Nyala Bangkit”, menyampaikan pesan bahwa di tengah berbagai persoalan lingkungan, harapan untuk memulihkan alam harus tetap menyala. Semangat kebangkitan diwujudkan melalui kesadaran untuk menjaga hutan, mencegah kerusakan lingkungan, memulihkan ekosistem yang terdampak, dan membangun kepedulian bersama terhadap keberlanjutan bumi. Dengan demikian, seni tari tidak hanya menjadi pertunjukan yang menghibur, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan kemanusiaan dan lingkungan kepada masyarakat.
Sementara itu, penampilan Tapak Suci menghadirkan nilai kedisiplinan, keberanian, ketangguhan, sportivitas, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut selaras dengan pembentukan karakter murid agar mampu menghadapi tantangan, menghargai sesama, serta berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Perpaduan seni bela diri dan seni tari menjadi gambaran bahwa generasi muda dapat berperan dalam menjaga identitas budaya sekaligus menyuarakan harapan bagi masa depan yang lebih baik.
Keikutsertaan murid dalam kedua penampilan tersebut juga sejalan dengan program Kelas Unggulan Seni Budaya dan Olahraga di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura, yang menjadi wadah pengembangan potensi dan kreativitas murid melalui kegiatan di luar pembelajaran akademik. Melalui program ini, murid memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan, berlatih secara terarah, membangun kerja sama, dan menampilkan hasil pengembangan bakatnya dalam kegiatan nyata di tengah masyarakat.
Partisipasi dalam Ambal Warsa Kartasura ke-346 menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna. Murid tidak hanya belajar mengenal dan melestarikan kebudayaan daerah, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kolaborasi, keberanian tampil di ruang publik, serta pentingnya menyampaikan pesan positif melalui karya seni.
SMP Muhammadiyah 1 Kartasura berharap keterlibatan ini dapat menumbuhkan generasi muda yang berkarakter Islami dan peduli terhadap lingkungan, dan bangga terhadap budaya bangsa. Melalui semangat “Nyala Bangkit”, sekolah ingin menegaskan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah sederhana: berani berkarya, menjaga tradisi, merawat alam, dan menginspirasi sesama.
Nyala semangatnya, bangkit kreativitasnya, lestari budayanya, dan terjaga alamnya.